Pengantar Bisnis: Materi Organisasi dan Pengelolaan Bisnis
• Organisasi dan Pengelolaan Bisnis
Bagi masyarakat luas, organisasi bukanlah hal yang asing lagi. Hal itu dikarenakan hampir di setiap kalangan masyarakat memiliki organisasi untuk menjalankan suatu tujuan yang hendak dicapai. Dalam diri setiap orang memiliki dasar untuk memimpin, yang dimana merupakan bagian dari organisasi, setidaknya masing-masing orang bisa memimpin dirinya sendiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, organisasi sering kita jumpai. Sehingga organisasi merupakan sesuatu yang cukup penting untuk dipelajari.
Sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan media yang tersedia semaksimal mungkin biasa disebut sebagai pengelolaan bisniss. Pengelolaan bisnis atau biasa dikenal manajemen bisnis merupakan aktivitas utama yang dilakukan oleh seorang pimpinan. Dimana seorang pimpinan yang menjabat menjabat sebagai manajer perlu untuk mengolah input menjadi output melalui proses manajemen bisnis.
Di setiap jenjang manajemen dalam struktur organisasi baik di posisi manajer puncak, madyah, dan lini, tugas yang harus dilakukan oleh seorang manajer akan selalu ada. Hanya pada wewenang dalam mengambil keputusan terdapat perbedaan, dimana semakin tinggi kedudukan seseorang dalam suatu organisasi, maka akan semakin besar pula kewenangannya dalam mengambil keputusan. Oleh sebab itu, dalam makalah ini akan membahas tentang pengelolaan bisnis dan pengorganisasian.
1. Pengertian Organisasi
Sekumpulan orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama disebut dengan organisasi. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi biasanya dipelajari oleh peneliti dari berbagai aspek ilmu,terutama ilmu ekonomi, ilmu politik, ilmu manajemen, ilmu psikologi, dan ilmu sosiologi . Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilakuorganisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis ).
Suatu organisasi dapat terbentuk karena adanya tujuan yang sama. Suatu organisasi dianggap baik apabila organisasi tersebut keberadaannya diakui oleh masyarakat di sekitarnya.
2. Fungsi dan Tujuan Pengorganisasian
a. Fungsi pengoraganisasian dikatakan sebagai metode terciptanya interaksi antara berbagai fungsi, personalia, dan faktor-faktor fisik agar semua aktivitas yang dilakukan dapat bermanfaat serta terfokus hanya pada satu tujuan. Dalam suatu organisasi, terdapat hubungan formal dan hubungan informal. Hubugan formal menyangkut hubungan yang disengaja secara resi (kedinasan), sedangkan hubungan informal menyangkut hubungan manusiawi, di luar dinas atau bersifat tidak resi.
b. Tujuan utama dari sebuah organisasi adalah untuk mempermudah dalam menjalankan sebuah tugas, untuk membagi suatu kegiatan-kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil, untuk mempermudah pimpinan dalam menjalankan tugas pengawasan, serta untuk memikul tugas-tugas yang telah dibagi-bagi.
3. Prinsip-Prinsip Pengorganisasian dan Macam-Macam Organisasi
a. Prinsip-Prinsip Pengorganisasian
1) Pembagian kerja. Prinsip ini menyatakan bahwa suatu pekerjaan akan lebih efisien jika yang melaksanakan pekerjaan tersebut merupakan ahli dibidangnya.
2) Kesatuan. Pada dasarnya, prinsip ini menghendaki para pekerja untuk bertanggung jawab terhadap satu penyedia atau supervise.
3) Prinsip scalar. Prinsip ini menyatakan bahwa pertanggungjawaban dan otoritas harus mengalir dengan baik tanpa adanya kendala dari level manajemen puncak hingga manajemen lini pertama.
4) Rentang kendali. Prinsip ini pada dasarnya merupakan batas jumlah bawahan yang dapat diawasi oleh seorang penyedia atau supervise.
b. Macam-Macam Organisasi
1. Organisasi niaga adalah Organisasi dimana tujuan utamanya mencari keuntungan. Macam- macamnya yaitu :
a) Perseroan Terbatas (PT)
b) Perseroan Komanditer (CV)
c) Holding Company
d) Join ventura
e) Koperasi
f) Firma (FA)
g) Kontel
h) Trus
2. Organisasi sosial adalah organisasi dimana pembentukannya oleh anggota masyarakat. Jalur pembentukan organisasi sosial :
a) Jalur Kepartaian & Kekaryaan
b) Jalur Kemahasiswaan
c) Jalur Kepemudaan
d) Jalur Keagamaan
e) Jalur Profesi
4. Pengertian Pengelolaan Bisnis
Menurut James A.F. Stoner, manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, dan penggunaan terhadap sumber daya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan. Sedangkan bisnis memiliki definisi sebagai satu kegiatan yang bertujuan untuk menjual produk-produk dalam bentuk barang maupun jasa.
Dari pengertian di atas, dapat diartikan bahwa pengelolaan bisnis atau biasa disebut manajemen bisnis adalah sebuah aktivitas untuk merencanakan penjualan produk-produk yang biasanya berupa barang ataupun jasa sehingga pelaku usaha atau bisnis dapat memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
Pengelolaan bisnis diperlukan dalam sebuah usaha agar para pelaku usaha dapat mengendalikan bisnis atau usahanya dengan efektif dan efesien. Untuk mengendalikan bisnis atau usahanya, para pelaku bisnis memerlukan prinsip manajemen yang tepat agar bisnis atau usahanya bisa beroperasi dengan baik.
5. Fungsi Pengelolaan Bisnis
a) Fungsi perencanaan.
Di dalam pengelolaan bisnis, fungsi perencanaan adalah suatu proses untuk menjelaskan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan tersebut, dan mengembangkan rencana kegiatan kerja organisasi. Fungsi perencanaan juga diartikan sebagai metode terpenting dari semua fungsi pengelolaan bisnis karena tanpa adanya perencanaan, fungsi-fungsi lain seperti pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan tidak akan dapat berjalan dengan baik.
b) Fungsi pengorganisasian.
Fungsi pengorganisasian diartikan sebagai suatu metode yang menyangkut bagaimana strategi yang telah dirumuskan dalam fungsi perencanaan dapat didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat, sistem dan lingkungan organisasi yang mendukung, dan dapat meyakinkan bahwa semua pihak dalam suatu organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien agar tujuan-tujuan organisasi dapat tercapai.
c) Fungsi Pengarahan
Fungsi pengorganisasian diartikan sebagai suatu metode pelaksanaan program yang dilakukan agar dapat dilaksanakan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses mendorong semua pihak tersebut agar dapat melaksanakan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
d) Fungsi Pengawasan.
Fungsi pengawasan diartikan sebagai suatu metode yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan dilaksanakan dapat terlaksana sesuai dengan target yang diharapkan kendatipun terjadi berbagai macam perubahan dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
Demikian materi tentang Organisasi dan Pengelolaan Bisnis.
Nama: NENGAH ADI GIANTARA
Nim. : B1C122106
Kela: B
Jurusan: Akuntansi
Komentar
Posting Komentar